Umar Kayam - Seribu Kunang-kunang di Manhattan

Ketika itu Jane dan Marno duduk di sofa, bermalas-malasan dengan segelas Scotch dan segelas Martini. Mereka berdebat mengenai bulan yang Jane sebut berwarna ungu, sedangkan Marno tetap melihatnya dengan warna yang biasa, kuning keemasan. Marno pergi ke dapur untuk mengambil es dan merasa kepalanya terasa kurang enak. Sesaatnya ia duduk, Jane bercerita bahwa ia merasa mantan suaminya, Tommy, tengah berada di Alaska. Jane bertanya tentang adat istiadat Alaska kepada Marno, tentang adat menyuguhkan istri pada tamu. Jane bertanya dia tidak ingin Tommy kedinginan akibat suhu Alaska yang sangat dingin. Namun, Marno sangsi bahwa Tommy sedang berada di Alaska sekarang.
Marno pergi merokok di dekat jendela dan memandang langit, seketika ia disergap perasaan senyap dan kosong. Jane bercerita tentang sebuah boneka Indian cantik dari Oklahoma City yang dibelikan Tommy untuknya, tetapi Marno sudah mendengar itu beberapa kali. Jane mengajak Marno berbicara mengenai Empire Satate Building yang dijual dan beberapa pikiran cabul yang muncul di pikiran wanita itu, tetapi lampu-lampu kota mengingatkan Marno akan sawah Mbahnya di desa. Tanggapan Jane yang mengatai Marno anak desa sentimental berbuah satu bentakan keras dari Marno. Lelaki itu meminta maaf dan jane meminta maaf juga. Marno tidak tahu harus bereaksi seperti apa karena maaf berbalas maaf itu.
Jane mengutuk sebuah Jet yang lewat di atas ruangannya dan pergi mencuci muka. Ia kembali dengan wajah basah dan merebahkan kepalanya di sofa sebelum menyanyi lagu berlirik lautan biru yang dalam. Jane bercerita kembali, kali ini mengenai Central Park Zoo. Dia berkata bahwa Tommy pernah mengajaknya ke sana. Mereka berdebat mengenai simpanse dan gorila, mana yang merupakan asal usul manusia, tetapi Marno sudah pernah mendengarnya sebelumnya. Jane bertanya, tetapi Marno tidak menjawab karena ia merasa bahwa istrinya ada di kota itu, Manhattan bersama dengan dia.
Jane membangun sebuah perumpamaan karena pembicaraannya yang membosankan. Setelahnya dia terbangun dari sofa, berdiri sebentar, kemudian kembali duduk dan menyuruh Marno duduk bersamanya. Marno menolak dan Jane kembali bercerita yang belum pernah Marno dengar, tentang mainan kekasihnya dahulu, Uncle Tom. Sebuah piyama yang Jane belikan untuk Marno dia serahkan untuk lelaki itu, tetapi Marno yang tidak menginap menolaknya, sehingga Jane mengembalikan piyama itu ke kamarnya. Setelah itu, Marno pergi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taiji Drive Hunt: Eksploitasi Lumba-lumba dalam Tradisi Manusia